Minggu, 25 Oktober 2009

Syamsul-Carrasco Terkunci, PSM Gagal Atasi Persiwa



WAMENA -- Persiwa hanya perlu mengunci dua pilar PSM untuk meraih kemenangan. Yaitu, tidak membiarkan Cristian Carrasco dan Syamsul Chaeruddin berimprovisasi. Hasilnya, tiga gol bersarang ke gawang M Rahman pada laga yang digelar di Stadion Pendidikan, Wamena, Minggu 25 Oktober.

Asisten Pelatih Persiwa, Djoko Susilo mengatakan strategi mematikan dua kunci serangan PSM itu berhasil. Akibatnya, serangan-serangan yang dibangun PSM cenderung tak terpola. Banyak mentah di barisan pertahanan Persiwa.

"Saya lihat dua pemain asing PSM lainnya tidak terlalu istimewa. Syamsul dan Cristian yang lebih berperan. Anak-anak hanya kami instruksikan untuk mematikan kedua pemain itu," kata Djoko saat konferensi pers usai pertandingan, kemarin.

Dia mengaku mempelajari karakter permainan PSM saat tampil di Makassar Cup. Dari situ, Djoko bersama pelatih Zainal Abidin melihat ketergantungan PSM pada kedua pemain tersebut. "Hasilnya, luar biasa," tambahnya.

Djoko juga mengakui bahwa timnya berhasil memanfaatkan minimnya masa recovery anak-anak Pasukan Ramang. Tidak heran jika sepanjang pertandingan, Persiwa bias leluasa menyerang benteng pertahanan PSM yang dikoordinasi Hendri Nyobi Koti.

Tiga gol yang bersarang ke gawang M Rahman semuanya berkat kelihaian pemain-pemain Persiwa. Tiga gol Persiwa dihasilkan Foday Eddy Boakay menit 10 dan 36. Satu gol lainnya dihasilkan melalui sepakan pemain pengganti Pieter Rumaropen menit 64.

"Ketiga gol Persiwa lahir karena kecepatan mereka. Pemain-pemain PSM lambat mengantisipasi pergerakan mereka. Pertandingan sebenarnya berjalan bagus. Hanya pemain kami yang kalah cepat dan kalah stamina," ungkap Hanafing.

Manajer PSM, Abdi Tunggal, juga mengatakan bahwa pertandingan kali ini berlangsung baik. Wasit Armando asal Yogyakarta yang memimpin pertandingan nyaris tidak melakukan kesalahan yang merugikan kedua tim.

"Kedua tim saling menyerang. Anak-anak sesekali juga bisa keluar menyerang. Tetapi, umumnya gagal di pertahanan Persiwa. Kita banyak terperangkat off side. Sementara Persiwa mampu memanfaatkan counter attack dengan sempurna," urai Abdi.

Gol pertama Persiwa tercipta melalui sepak pojok yang dilakukan Erick Weeks Lewis. Sepakan melambung pemain bernomor punggung 50 itu disambut tandukan pemain bertubuh jangkung, Foday Eddy Boakay. M Rahman hanya terkesima melihat gol cepat itu.

Pengawalan Handi Hamzah dkk terhadap Boakay tidak ketat. Akibatnya, dengan memanfaatkan keunggulan tinggi badannya, Boakay dengan leluasa merobek jala gawang PSM. Ancaman dari Boakay sebetulnya sudah datang sejak menit pertama. Beruntung sundulannya masih mengarah ke Rahman.

Setelah unggul satu gol, Persiwa bukannya mengendurkan serangan. Salah satu pemain andalannya, Pieter Rumaropen bahkan dimasukkan untuk lebih menghidupkan serangan. Pieter masuk menggantikan Alan Aronggear.

Meski begitu, PSM tetap mampu sesekali menusuk pertahanan Persiwa. Hasilnya pada menit 34, Daryoush Ayyoubi mendapat peluang emas setelah menyambut sepak pojok Diva Tarkas. Sayang, tandukannya tepat dipelukan kiper Persiwa Timotius Mote.

Kelengahan pemain PSM dimanfaatkan Persiwa pada menit ke-36. Erick yang beroperasi dari sebelah kiri gawang Rahman sebenarnya ditempel ketat Faturrahman. Kedua pemain saling tarik. Dalam kondisi begitu, Erick masih mampu melepaskan umpan pendek.

Boakay yang tidak terkawal dengan mudah memperdaya kiper Rahman untuk kedua kalinya. Pemain-pemain PSM kelihatan berharap wasit meniup peluit bahwa telah terjadi pelanggaran dalam duel Faturrahman dengan Erick. Tetapi, wasit tidak menganggapnya sebuah pelanggaran.

Memasuki babak kedua, serangan Persiwa tidak kendur. Pada menit 61 Persiwa kembali memasukkan pemain baru. Fendry Mofu ditarik keluar dan digantikan Albertho Mambrasar. Pemain bernomor punggung 7 ini menambah daya gedor Persiwa.

Hasilnya, tiga menit kemudian, gawang PSM kembali bergetar. Pieter Rumaropen yang menusuk dari sisi kiri gawang Rahman berhasil melepaskan tembakan yang tidak bisa diantisipasi kiper kedua PSM tersebut.
PSM baru panas pada 20 menit terakhir.

Dalam kondisi suhu yang sangat dingin, Baroni beberapa kali mampu lepas dari kawalan pemain belakang Persiwa. Pada menit 72 tendangan kerasnya dari jarak 16 meter melambung tipis di atas mistar gawang Timotius Mote.

Peluang emas Daryoush dua menit kemudian juga gagal berbuah gol. Bola sundulan pemain asal Iran ini sebenarnya telah melampaui jangkauan kiper Mote. Tetapi, karena laju bola sangat pelan, pemain belakang Persiwa mampu menyapu bola ke luar.

Dalam pertandingan kemarin, PSM hanya sekali melakukan pergantian pemain. Pada menit ke-61 PSM menarik Fadly yang staminanya sudah kedodoran. Hanafing lantas memasukkan Rahmat.
"Kondisinya sangat sulit. Saya sengaja hanya mengganti satu pemain karena kondisinya memang seperti itu. Anda lihat pada menit-menit akhir, anak-anak mampu keluar menyerang," jelas Hanafing.
nangihtakbolegarupaleadus


sumbeR : fajar.co.id


Komentar :

ada 0 komentar ke “Syamsul-Carrasco Terkunci, PSM Gagal Atasi Persiwa”

Posting Komentar

downloaD

Pengikut

L@ngngaNet oN facebooK

 

linK sahabaT

This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra