Kamis, 22 Oktober 2009

1 PSM v 1 Persipura

Alasan Adaptasi


MAKASSAR -- Rasa penasaran publik PSM terbayar. Dua pemain asing anyar; Daniel Baroni dan Daryoush Ayyoubi benar-benar bisa dimainkan dalam laga menghadapi Persipura di Stadion Andi Mattalatta, malam tadi. Sayang, ekspektasi tinggi publik tak sebanding dengan kontribusi dua pemain tersebut.

Baroni dan Daryoush tampil loyo. Baroni yang diharapkan menjadi jenderal lapangan tengah, gagal mengemban tugasnya. Dia kalah sangar dengan playmaker gaek Persipura, Eduard Ivakdalam. Akibatnya, tim tamu lebih menguasai jalannya pertandingan.

Begitu juga dengan Daryoush. Tampil mendampingi Christian Carrasco di lini depan, striker asal Iran itu tak mampu berbuat banyak. Gerakannya lambat. Pemilik tinggi 194 cm itu pun lebih sering kalah duel udara dengan bek Persipura.

Manajer PSM, Kadir Halid, mengaku kecewa dengan penampilan debut Baroni dan Daryoush. "Penampilan dua pemain asing baru kita itu belum seperti yang kita harapkan. Mereka belum mampu menjalankan perannya," kata dia, usai pertandingan.

Kadir juga menilai bahwa fisik Baroni dan Daryoush masih belum dalam kondisi terbaik, khususnya pada babak kedua. "Ini menjadi tugas tim pelatih. Fisik Baroni dan Daryoush, juga sejumlah pemain lainnya, masih perlu diperbaiki," ujar Kadir.

Menurut pelatih PSM, Hanafing, belum maksimalnya penampilan Baroni dan Daryoush adalah hal yang wajar. Pasalnya, ini untuk pertama kalinya mereka tampil di liga. "Masih butuh adaptasi dengan gaya bermain sepak bola Indonesia. Butuh beberapa pertandingan lagi agar mereka bisa padu dengan tim," kata Hanafing.

Dikonfirmasi terpisah, Baroni membela diri. "Saya kurang fit. Ada sakit di bagian kaki kiri. Tapi saya sudah maksimal, kenapa kamu bilang saya tidak bagus," ujarnya. Sementara Daryoush, meski menyumbangkan assist dalam proses gol Carrasco, juga belum nyetel dengan tim.
Syamsul Jadi Striker Dadakan



Hasil seri 1-1 melawan Persipura memang kurang memuaskan. Namun bagi kapten tim PSM, Syamsul Chaeruddin, sebuah pengalaman berharga diperolehnya. Itu karena Syamsul tiba-tiba saja diplot sebagai striker.

Kejadian itu terlihat saat Darryoush Ayyoubi ditarik keluar pada menit 78'. Aditya Putra Dewa masuk sebagai pengganti mengisi barisan gelandang. Syamsul yang dianggap lebih senior didorong pelatih Hanafig bermain lebih ke depan tandem Christian Carrasco.

"Kami memburu kemenangan. Skor 1-1 harus segera diubah. Saya lihat Syamsul punya naluri dan semangat luar biasa. Dia terpaksa bermain sebagai striker," jelas Hanafing, usai pertandingan.

Hanafing terpaksa memainkan Syamsul sebagai striker, karena stok di barisan depan sudah tidak ada. Fadly M ditarik di menit 65' akibat cedera. Sang pengganti, M Rahmat sebenarnya berposisi sebagai striker, namun dia diberi peran menyisir di daerah sayap.

Peran tak biasa buat Syamsul ini memang bisa diperankan dengan baik. Dua kali kapten tim PSM ini membahayakan kiper Persipura. Sayang peluang di menit 82' gagal berbuah gol. Tendangan kerasnya ditepis kiper Persipura, Jendry Pitoi. Begitupula di menit 88'. Bola kemelut yang sempat jatuh di kaki Syamsul masih membentur di badan Jendry.

"Ini bukan pertama saya jadi striker. Musim lalu saat seri melawan Persib Bandung saya juga sebagai striker dadakan," beber Syamsul usai pertandingan.

sumber : Fajar.co.id



Komentar :

ada 0 komentar ke “1 PSM v 1 Persipura”

Posting Komentar

downloaD

Pengikut

L@ngngaNet oN facebooK

 

linK sahabaT

This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra